Gajah Jantan TNWK Mati, Pahlawan yang 30 Tahun Jaga Hutan Lampung

Gajah Jantan TNWK Mati, Pahlawan yang 30 Tahun Jaga Hutan Lampung
Andono - Rabu, 24 Jun 2026 - 19:52 WIB
Gajah TNWK mati.
Gajah TNWK mati. - Foto IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

SUKADANA - Hari ini hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kehilangan penjaganya.

Gajah Indra, gajah jantan berusia 42 tahun yang lebih dari 3 dekade hidupnya diabdikan untuk konservasi Gajah Sumatera, akhirnya menutup mata.

Kematian Gajah Indra bukan hanya kehilangan seekor satwa binaan, tapi runtuhnya satu pilar sejarah panjang konservasi di Provinsi Lampung.

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD. Zaidi, menyampaikan duka mendalam atas kepergian gajah yang ia sebut sebagai "legenda hidup".

Advertisements

"Gajah Indra bukan hanya satwa binaan, tetapi bagian dari sejarah panjang konservasi Gajah Sumatera di Way Kambas. Dedikasinya dalam berbagai kegiatan lapangan dan penanganan konflik satwa liar telah memberikan kontribusi nyata" ungkap Zaidi.

"Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian Indra selama hidupnya," ujarnya, dalam keterangan resminya, Rabu (24/6). 

Gajah Indra berasal dari Desa Karang Sari, Lampung Timur, dan bergabung dengan Pusat Latihan Gajah TNWK sejak 1995.

Dengan karakter kuat, tangguh, dan berani, Indra menjadi andalan dalam operasi krusial: evakuasi gajah liar, patroli perlindungan kawasan, hingga mitigasi konflik manusia-satwa di berbagai wilayah Lampung.

Advertisements

Jasanya membuatnya sangat dihormati para mahout, dokter hewan, dan pegiat konservasi.

Menurut MHD. Zaidi, kondisi kesehatan Indra menurun sejak akhir 2017.

Saat membantu penanganan konflik di TNBBS, kendaraan pengangkutnya mengalami kecelakaan.

Gajah Indra diduga mengalami ruptur os vertebrae yang perlahan mengganggu gerak dan kesehatannya.

Advertisements

Share:
Editor: Rizky Panchanov
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements